Kurikulum

 

SISTEM PEMBELAJARAN

Penyelenggaraan pendidikan berorientasi pada pengembangan keterampilan praksis. Kurikulum yang dirancang disesuaikan dengan kebutuhan lokal (desa) dan diperkaya dengan analisis-analisis kasus. Pembelajarannya menggunakan model andragogi untuk memperkuat model pedagogi.

Program studi ini memiliki keunggulan komparatif karena hanya satu-satunya yang ada diĀ Indonesia, sehingga tidak terikat secara substansial maupun institusional dengan program studi lain. Program studi ini mempunyai keleluasaan untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan lokal (desa) dan kekinian yang bersifat interdisipliner.

Kurikulum baru telah diterapkan mulai Tahun Akademik 2003/2004. Matakuliah-matakuliah baru, antara lain, Metode Penelitian Pedesaan, yang dirancang lebih aplikatif dan spesifik untuk mengkaji problematika pedesaan. Kemampuan penelitian mahasiswa diperkuat dengan matakuliah lain seperti Statistika, Masalah-Masalah Sosial dalam Pembangunan Pedesaan, Demografi, Sosiologi Pedesaan, Geografi Desa, Psikologi Sosial dan Praktikum. Praktikum dirancang dua kali selama masa studi, durasi/lama tinggal di desa labih panjang dengan tujuan meningkatkan empati dan kepekaan mahasiswa terhadap kehidupan dan problematika masyarakat desa.

Untuk membekali mahasiswa agar memiliki kemampuan menyusun agenda-agenda aksi dalam pembangunan (pemberdayaan) masyarakat desa, disiapkan matakuliah-matakuliah Metode Pembangunan Masyarakat, Pembangunan Pertanian, Teknologi Pedesaan, Kesejahteraan Keluarga, Perencanaan Pembangunan, Teknik Penyuluhan dan Fasilitasi, Manajemen Proyek, Teknik Memimpin, Kewirausahaan, Metode Pekerjaan Sosial, Pengembangan Lembaga Kemasyarakatan dan Pengembangan Lembaga Ekonomi Kerakyatan.

Setiap matakuliah diformat dengan bobot praksis (melalui analisis kasus) yang lebih besar proporsinya dibandingkan dengan konsep/teori, dan setiap matakuliah diperkaya dengan modul-modul.

Di akhir studi mahasiswa diwajibkan magang pada institusi-institusi publik maupun LSM yang melaksanakan kegiatan pembangunan (pemberdayaan) masyarakat desa dan menyusun laporan tersebut sebagai tugas akhir . Laporan tugas akhir harus benar-benar merupakan produk penalaran dan pengalaman empirik mahasiswa.

Untuk menjamin keberlanjutan kurikulum, maka secara periodik kurikulum itu akan di up-date. Salah satu langkah yang akan dilakukan dengan menderivasi kurikulum ke dalam bentuk kurikulum pendek untuk pembelajaran masyarakat (desa), sehingga akan diperoleh umpan-balik (feed-back), selain juga sebagai bentuk komitmen Program Studi ini dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat.